Pj. Walikota Makassar Pimpin Rapat Koordinasi Awal Tahun
Makassar -
Pemerintah Kota Makassar melaksanakan rapat koordinasi yang menghadirkan
seluruh pejabat struktural di Ruang Sipakatua, Jumat (03/01/2020). Rapat
dipimpin langsung oleh Pj. Walikota Makassar, Iqbal Samad Suhaeb yang
didampingi oleh Sekda Kota Makassar, Asisten1 Bidang Pemerintahan, serta
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan.
Sebagai
pengantar singkat sebelum Pj. Walikota menyampaikan arahan, M. Ansar selaku
Sekda Kota Makassar menyampaikan, bahwa selain perencanaan 2020, tidak ada
salahnya kita melihat kembali admistrasi yang tertinggal pada tahun 2019 dan
segera dilengkapi.
"Untuk
tahun 2020 dalam waktu dekat kita Asistensi DPA. Ini harus segera dituntaskan
karena gaji Satgas drainase seperti di Dinas PU yang mendesak harus
dibayarkan di setiap akhir bulan. Apalagi sekarang memasuki musim penghujan,
mereka harus digaji," ucapnya.
Sementara
Pj. Walikota Makassar, Iqbal Samad Suhaeb, diawal arahannya mengatakan, bahwa
hari ini hari ke 2 kerja di 2020. Apa yang kita capai pada tahun 2019, ada
hal-hal yang menggembirakan, ada juga yang kurang. Namun, secara keseluruhan
persepsi masyarakat lumayan bagus walaupun ada keluhan banjir, macet,
kebersihan, dan pelayanan publik.
Terkait
dengan pendapatan, Ia mengatakan bahwa ada kabar baik dan jelek, yang jelek ada
target-target yang jauh dari rencana, seperti pajak dari jasa usaha, parkir,
dan burung walet. Terkait pajak burung walet itu masih bisa dimaklumi.
Target-target ini mungkin karena adanya kesalahan dalam perencanaan.
"Kabar
bagusnya adalah baru saja kita menembus angka psikologis dengan realisasi di
atas 1 trilyun. walaupun realisasinya masih dibawah 80%. Ini salah satunya
karena adanya supervisi dari KPK. Bahkan, ada beberapa realisasi komponen pajak
yang diatas 100%," ucapnya.
Lebih
lanjut, Ia memberi penekanan bahwa paling lambat minggu depan tidak ada lagi
SKPD yang tidak selesai DPA nya dan langsung dibuat perencanaannya. Setelah
itu, dilaksanakan review untuk pemaketan kegiatan, dan ini harus dibicarakan
dengan ULP.
"Jangan
direkayasa, semua dibicarakan dengan ULP. Kemudian umumkan melalui aplikasi
SIRUP. Tidak ada lagi yang parsial melalui Dinas. untuk itu saya minta kepada
SKPD baik PA,KPA,PPK supaya dibuatkan SK nya," lanjutnya.
Hal lainnya yang disampaikan, supaya segera membuat laporan tertulis atau LPJ Tahunan, termasuk juga persiapan audit tahunan. Supaya jangan menunda-nunda pekerjaan. Harus konsen, walaupun anggaran belum ada.
Sementara untuk kecamatan, Ia menyampaikan bahwa kalau memang cuaca tidak bisa kita manage, kita bisa memanage resiko. Disaster risk harus lebih bagus. Tidak kaget-kaget lagi ketika ada bencana. Kita harus belajar dari pengalaman bencana sebelumnya. Saya harapkan SAR, Badan Bencana, Dinas Perikanan untuk saling berkoordinasi. Dalam waktu dekat kita akan adakan apel bencana kesiapan personil dan peralatan. Perlu juga sosialisasi-sosialisasi bencana supaya diintensifkan.
"Anugerah
Tuhan kita tidak berada di wilayah bencana, namun ini tidak bisa kita anggap
remeh. Call center harus siap penanggung jawabnya ke bidang terkait,"
ucapnya.
Di akhir
pengarahan, Ia menekankan untuk pentingnya meningkatkan kedisiplinan, menjaga
kekompakan, dan tidak ada blok-blok di SKPD. Kepala SKPD harus tebal kupingnya,
jangan gampang menerima begitu saja informasi.
"Jangan
karena kesalahan melupakan pertemanan, tapi karena pertemananlah sehingga
kesalahan itu dilupakan," tutupnya disambut tepuk tangan.
Penulis: Syamsul ‘Boger’ Bahri (DP2 Makassar)

Komentar